visi kami

PENDIDIKAN DAN KESEMPATAN YANG SETARA BAGI ANAK-ANAK MARJINAL.

misi kami

Memberdayakan anak-anak marjinal di kawasan permukiman kumuh Jakarta, dengan menyediakan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai potensinya sebagai individu yang produktif dalam masyarakat.

filosofi kami

Tanaman padi mempunyai banyak manfaat dan khasiat, baik dalam bentuk mentahnya maupun setelah diolah. Filosofi yang terkait dengan tanaman padi diharapkan bisa menginspirasi anak-anak marjinal untuk berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan mempunyai andil dalam perkembangan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Harapan kami anak-anak binaan Bulir Padi dapat berkembang seperti layaknya tanaman padi dan dapat mewujudkan potensi dirinya, meningkatkan ilmunya tetapi tetap rendah hati dalam perjalanan hidupnya.

tim Yayasan Bulir Padi

TIA SUTRESNA

Founder, Direktur Program dan Strategi

Sebagai Founder dan Director of Strategy & Programs, Tia Sutresna sangat percaya akan kekuatan dari pendidikan dan inklusivitas untuk kaum marjinal sebagai faktor utama dalam pembangunan sebuah bangsa.

“Passion saya untuk membantu pemberdayaan kaum marjinal adalah motivasi di balik segala sesuatu yang saya lakukan untuk mewujudkan pemerataan dan kesempatan dalam pendidikan.”

Ibu dua anak ini memiliki passion untuk berjuang dan membantu bagi mereka yang kurang mampu dan hal ini selalu konsisten dalam hidupnya, dimulai dari memberikan pangan bagi tunawisma, mensponsori pendidikan, dan kemudian pada akhirnya mendirikan sebuah Yayasan.

Di usia Yayasan Bulir Padi yang menginjak 17 tahun, Tia dan tim Bulir Padi terus giat menjalankan strategi kerja holistik Bulir Padi, yang tujuannya adalah menghasilkan lulusan SMA/SMK yang berkualitas dari Komunitas Miskin Kota, melalui program pemberian beasiswa, tutoring, pelatihan siap kerja dan menghubungkan jaringan mitra perusahaan dengan anak bina untuk mendapat peluang kerja.

ILLIANA WIJANARKO

Co-founder, Direktur Fundraising & Hubungan Eksternal

Illiana Wijanarko percaya bahwa semua perlu mengambil bagian menjadi agen perubahan yang dapat memberi motivasi dan semangat untuk adik-adik kaum marjinal.

Ia pertama kali jatuh cinta menjalankan kegiatan bakti sosial ketika selepas kuliah terjun ke lapangan sebagai relawan untuk mengajar menulis dan membaca bagi anak jalanan di Stasiun Gambir, Jakarta.

“Pengalaman awal ini membuat saya yakin bahwa semua anak marjinal itu menyimpan mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Cita-cita ini harus diperjuangkan, dan mereka membutuhkan orang untuk mewujudkan mimpinya.”

Kini Illiana menyalurkan semangat sosialnya dengan mendukung program-program pendidikan, pengembangan diri, dan pelatihan siap kerja untuk anak marjinal yang dijalankan oleh Yayasan Bulir Padi. Ia juga berharap dapat memberikan inspirasi kepada anak bina Bulir Padi bahwa dengan kerja keras dan ketekunan yang sungguh-sungguh mereka dapat meraih pekerjaan dan kesempatan yang mereka impikan.

CHEVITA SIREGAR

Co-founder, Chief Financial Officer (CFO)

Dengan pengalaman kerja bidang akunting dan keuangan di sektor energi, Chevita menggunakan keahliannya untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan Yayasan dijalankan dengan benar dan transparan. Ia senang bisa menggunakan ketrampilannya untuk turut memajukan dan menjunjung profesionalisme organisasi nirlaba seperti Yayasan Bulir Padi.

Ia percaya bahwa jika kamu melakukan perubahan positif sekecil apapun jika terus rajin dilakukan maka lambat laun akan memiliki dampak signifikan bagi yang kamu bantu.

Motto Chevita dalam hidup adalah “Semakin Banyak Memberi Diri, Semakin Banyak Menemukan Diri”.

IRMA ISNAEDI

Co-founder, Director Marketing Communications

Irma Isnaedi memiliki latar belakang sarjana dan pengalaman kerja yang cukup lama di bidang Desain Grafis. Keahlian ini yang dipadu dengan semangat tinggi untuk membantu anak-anak kurang mampu membuat Irma berkomitmen dan semakin giat untuk mendukung Yayasan Bulir Padi dalam menjalankan program-program pendidikannya.

“Saya yakin jika kita membantu satu orang anak marjinal saja, dampaknya memiliki efek berantai positif yang bisa menjalar hingga ke keluarga dan komunitas anak tersebut.”

Dalam melakukan kegiatannya untuk berkontribusi ke Yayasan Bulir Padi selama 17 tahun terakhir ini, Irma juga percaya pentingnya untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan. Di kesehariannya, ia tengah membesarkan dua orang anak dan sekaligus mengejar minatnya dalam berkreasi.

ARLINI SOPHI

Program Manajer

Arlini Sophi memilih untuk studi di Universitas Indonesia dalam bidang Kesejahteraan Sosial karena terdorong keinginannya untuk bekerja dimana ia dapat berbagi ilmu dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Sophi pernah menjadi relawan di sebuah pusat konseling untuk kaum muda, dan pengalaman kerja inilah yang mengubah persepsinya terhadap pekerja sosial. Ia kemudian sadar bahwa profesi pekerja sosial itu merupakan sebuah panggilan dan bukan hanya sebuah pekerjaan yang dilakukan sambil lalu. Ia percaya bahwa jika kita bekerja dengan hati dan passion, maka hasil akhir yang dicapai dalam pekerjaan kita tentu akan lebih baik secara panjang. Keterlibatannya dalam berbagai program pengembangan masyarakat dan kemanusiaan memberikan Sophi begitu banyak pengalaman dan pelajaran positif.

“Sekecil apapun bantuan yang kamu berikan kepada mereka yang memerlukan itu pasti akan memiliki dampak positif bagi mereka.”

Sophi bergabung dengan Yayasan Bulir Padi karena ia memiliki semangat tinggi untuk meneruskan perjalanan hidup di bidang pekerjaan sosial serta terus belajar dari pengalaman yang didapatkannya dalam menjalankan program Yayasan untuk penerima manfaat.

RETNO CAHYANI

Administrative Staff

Retno memiliki passion yang tinggi di bidang pendidikan anak-anak. Hal ini terwujud dalam bentuk sebuah PAUD yang ia bantu dirikan beserta keluarganya untuk anak kurang mampu di daerah Cakung, Jakarta.

Setelah sekian tahun PAUD itu berjalan, Retno lalu memiliki keinginan untuk bisa memperluas jangkauannya dan membantu lebih banyak lagi anak-anak marjinal untuk mendapatkan akses pendidikan. Alasan inilah yang mendorongnya untuk bergabung di keluarga besar Yayasan Bulir Padi.

“Bekerja di Yayasan Bulir Padi merupakan pengalaman pertama saya untuk bekerja dengan sebuah LSM. Saya sangat bersyukur perkerjaan saya ini cocok dengan kecintaan saya terhadap anak-anak, terlebih lagi bisa membantu mereka yang berasal dari komunitas kurang mampu”.

Yang sangat berkesan bagi Retno dalam pekerjaannya adalah ketika setiap bulan ia membantu membayarkan SPP anak binaan yang menerima beasiswa Yayasan Bulir Padi. Retno merasa sangat termotivasi karena ia dapat berkontribusi untuk membantu anak binaan Yayasan Bulir Padi untuk sekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

CAHYO BUDI SANTOSO

Koordinator Lapangan, Wired for Work (W4W) Program.

Sejak dulu merasa tergerak untuk berbuat lebih untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak melalui berbagai aktivitas di organisasi komunitas.

Pengalamannya dengan dunia NGO itu dimulai semenjak menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2013. Selanjutnya, Cahyo menekuni bidang ini dan dalam dunia profesional berberbekal pendidikan dan pengalaman teknis lapangan yang kuat, dan terus aktif hingga kini sebagai administrator dalam program pendidikan serta program pengembangan komunitas.

Sejauh ini pengalaman bekerja di Yayasan Bulir Padi dirasakan bermanfaat untuk dirinya. Cahyo merasa bahwa Yayasan Bulir Padi mempertemukannya dengan tim yang memiliki visi dan pemikiran yang kuat, sehingga membuat mata saya terbuka tentang bagaimana seharusnya kita bisa membuat hidup lebih berarti dan bermanfaat serta menginspirasi orang lain.

ARIF HADIANSYAH

Petugas Lapangan, Wired for Work (W4W) Program.

Arif Hadiansyah memiliki passion besar untuk bekerja di organisasi yang berkontribusi terhadap pemerataan pendidikan bagi setiap anak di Indonesia.

Inspirasi didapatnya dari Kakek yang seorang guru dan kemudian menjadi Kepala Sekolah.

Arif yakin dalam pekerjaannya sebagai Field Officer ia akan mendapat banyak pengalaman yang berkesan karena ia berinteraksi dengan kaum muda marjinal yang membutuhkan pendidikan yang baik.

“Saya harap pekerjaan kami dapat memberikan modal kepada anak bina untuk berjuang di dunia kerja yang kompetitif.”

NAUFAL

Petugas Lapangan

Naufal sudah bergabung menjadi Field Officer Yayasan Bulir Padi sejak berdiri tahun 2002. Sebagai warga Palmerah, Jakarta Barat, Naufal pada saat itu melihat banyak anak yang tinggal di komunitasnya putus sekolah karena masalah keuangan keluarga. Melihat masalah ini, Naufal tergerak untuk ingin mengambil langkah membantu anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya melalui kegiatan Yayasan Bulir Padi.

Satu cerita yang melekat di hati Naufal selama ini adalah ketika salah satu ibu anak bina Yayasan Bulir Padi bercerita kepadanya bahwa sebelum menerima beasiswa Bulir Padi, anaknya hampir tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya dari keluarga. Berkat bantuan dukungan sponsor anak bina Bulir Padi, anak tersebut bisa menyelesaikan pendidikan SMK dan kini bekerja membantu meringankan beban keuangan orang tuanya.

“Saya sangat tersentuh mendengar bantuan yang kami berikan dapat mengubah hidup anak bina menjadi lebih baik.”

Dalam kesehariannya sebagai Field Officer, Naufal membantu Program Manager Yayasan Bulir Padi dalam menjalankan program beasiswa dan pelatihan siap kerja untuk anak bina kami.

LUSI

Petugas Lapangan

Ia pertama kali bergabung beberapa tahun yang lalu dengan Yayasan Bulir Padi sebagai Pustakawan untuk Pustaka Bulir Padi. Kemudian lambat laut tanggung jawabnya berkembang dan menduduki posisi Field Officer Yayasan Bulir Padi.

“Saya sangat senang ketika anak-anak kita datang mengunjungi Pustaka Bulir Padi. Semoga komunitas kami terus bisa maju ke depannya dengan dukungan yang diberikan oleh Yayasan Bulir Padi”.

Sebelumnya Lusi bekerja di sebuah pabrik, dan setelah 15 tahun ia memutuskan untuk berhenti bekerja di pabrik dan memilih untuk membantu komuntiasnya melalui pekerjaannya di Yayasan Bulir Padi.

SUHENDAH

Petugas Lapangan

Suhendah bergabung di Yayasan Bulir Padi sebagai pustakawan untuk Pustaka Bulir Padi di Bidaracina, Jakarta Timur. Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab beliau juga berkembang, dan tugasnya adalah mendukung Program Manager untuk menjalankan program Yayasan Bulir Padi.

Beliau sangat menghargai bahwa Yayasan Bulir Padi peduli untuk mendukung literasi di komunitasnya khususnya untuk anak-anak. Beliau merasa bahwa dengan adanya lingkungan positif untuk anak-anak berkumpul maka akan lebih baik untuk masa depan komunitasnya.

Selain itu dalam menjalankan pekerjaannya sebagai Field Officer, Suhendah juga mengatakan bahwa beliau senang bertemu dengan teman-teman baru yang menjadi relawan program Yayasan Bulir Padi.

“Sebelum kehadiran Pustaka Bulir Padi, balai warga daerah sini terasa sepi tapi kini di lokasi perpustakaan ramai dengan kunjungan adik-adik yang datang untuk membaca buku-buku kami.”